Sektor Bisnis Target Kami

Meski berdiri pada tahun 2019, PT. Zakti Grup Indonesia memiliki banyak pengalaman karena para pemikir hebat di balik layar. Oleh karena itu, perusahaan tidak kurang dari mampu dan kredibel untuk menangani berbagai sektor dan bidang usaha bersama dengan investor yang memiliki keahlian yang relevan, seperti yang tercantum di bawah ini.

1Maritim dan Logistik

Saat ini terdapat pertumbuhan dua digit di sektor logistik Indonesia, sebagai hasil dari berlangsungnya perkembangan perekonomian negara yang didorong oleh permintaan domestik yang signifikan. Sistem logistik negara yang kurang memadai tidak memungkinkan Indonesia untuk berpartisipasi penuh dalam jaringan manufaktur global. Sektor ini perlu mulai mengambil pendekatan lain yang lebih koheren untuk mencapai efisiensi di seluruh rantai pasokan. Bahkan, pasar kargo dan logistik Indonesia diestimasikan mencapai angka 81,1 miliar USD, dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 135 miliar USD di tahun 2026. Angka-angka tersebut mencatat pertumbuhan lebih dari 7% selama periode perkiraan.

Sesuai dengan masterplan Global Maritime Fulcrum (GMF), presiden berharap dapat melihat kontribusi sebesar 25% di PDB dari sektor maritim, dibandingkan dengan angka saat ini yang hanya berada di 11%. Sebagai negara dengan persebaran penduduk yang tidak merata, perkembangan infrastruktur sangatlah penting untuk mengatasi perbedaan regional dan memperkuat kohesi nasional sehingga Indonesia dapat mewujudkan potensi ekonominya. Terletak di salah satu jalur perairan tersibuk di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk mengekspor kapal serta mengembangkan industri perbaikan dan perawatan kapal sendiri. Tantangan terbesar bagi industri ini adalah harga produk dalam negeri yang terlalu mahal dibandingkan dengan produk impor, sehingga membatasi pasokan peralatan dan suku cadang, yang membuat industri ini kurang kompetitif dibandingkan pemasok asing. Karena objektif negara ini adalah untuk menjadi negara maritim global, pemerintah mendorong para investor asing untuk ikut terlibat dalam sektor maritim dan logistik Indonesia.

2Infrastruktur

Peningkatan infrastruktur fisik membuka banyak peluang bagi para investor untuk bergabung dalam pembangunan. Infrastruktur yang baik dan efisien dapat mempercepat pembangunan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut merupakan alasan kuat lainnya mengapa infrastruktur muncul sebagai sebuah peluang bisnis di negara ini. Indonesia memerlukan infrastruktur yang baik di semua kota dan wilayah besar. Perusahaan terkemuka dan berkualitas tinggi di bidang ini diundang untuk berpartisipasi dalam rencana modernisasi negara dengan sistem infrastruktur modern yang akan bermanfaat bagi rakyat serta mendukung kegiatan ekonomi.

Selama bertahun-tahun, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mengejar pembangunan di semua sektor yang ada. Walaupun perjalanannya masih panjang, kami kerap membuktikan bahwa segala sesuatu adalah mungkin jika kami terus terbuka terhadap perbaikan.

3Pertanian

Pertanian Indonesia dianggap sebagai salah satu mesin penggerak terpenting bagi perekonomian bangsa, dan mempekerjakan lebih dari 50 juta orang. Kemampuan swasembada berbagai produk pertanian telah dijadikan sebagai prioritas utama oleh pemerintah, khususnya swasembada produksi beras karena beras merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk. Faktanya, konsumsi beras per kapita di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, yaitu sekitar 139 kg per kapita per tahun. Itulah mengapa pertanian dan perikanan modern adalah sektor-sektor ekonomi yang terpenting.

Karena ekonomi digital Indonesia terus berkembang, pemerintah mendorong majunya praktik pertanian dan perikanan modern dengan ilmu dan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan produk pertanian memadai di tingkat lokal dan bahkan mungkin menjadikan Indonesia eksportir pertanian, sekaligus untuk meningkatkan taraf hidup para petani. Negara ini memiliki jutaan hektar tanah yang subur dan 99.093 km garis pantai. Pertanian dan perikanan modern tentunya akan menjadi lini bisnis yang menjanjikan untuk investasi.

4Pariwisata

Indonesia belum mengembangkan dan memaksimalkan sektor pariwisata yang efisien, menguntungkan, dan dapat diandalkan. Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk membuat sistem jalan negara lebih modern dan efisien. Sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, Bali menjadi tempat pilihan bagi sebagian besar wisatawan dari berbagai daerah di nusantara. Sementara itu, banyak pulau lain di Indonesia yang masih sulit dijangkau dan kekurangan fasilitas wisata. Dengan menargetkan wisatawan dan penduduk lokal, adanya agen perjalanan, meja informasi, hotel, restoran, bioskop, dan pusat perbelanjaan akan meningkatkan akses ke pulau-pulau terpencil Indonesia, menjadikan pulau-pulau tersebut tujuan wisata yang menarik. Hal-hal tersebut dapat membantu menciptakan infrastruktur yang memadai bagi penduduk lokal dan wisatawan, serta perkembangan pariwisata di daerah-daerah yang lebih terpencil.

5Tekhnologi

Salah satu peluang bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia saat ini adalah e-commerce. Sebagaimana diketahui, perusahaan startup e-commerce yang berkembang pesat semakin banyak jumlahnya.

Dengan semakin banyak pemasok dan pengembang teknologi yang berencana untuk melakukan ekspansi bisnis di Indonesia, pemerintah mendorong universitas lokal untuk menghasilkan orang-orang yang ahli di bidang ini. Karena itu, universitas-universitas lebih berfokus untuk mengajarkan keterampilan digital yang tepat.

Ekonomi digital Indonesia yang kuat tampaknya mentransformasi relasi bisnis di ranah ini sekaligus mendobrak hambatan dalam perdagangan. Contohnya, e-commerce, e-hailing, serta layanan belajar digital dan e-commerce kini menarik lebih banyak lagi konsumen. Pemerintah sadar peran teknologi sebagai katalis dan pendorong dalam membantu sebuah negara mencapai ambisi ekonominya serta mendorong kesepakatan investasi dalam bentuk kemitraan dan kolaborasi. Dapat dikatakan bahwa ekonomi digital memiliki masa depan yang cerah bagi perekonomian nasional.

6Pertambangan

Sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, Indonesia berusaha memiliki iklim investasi yang menjawab kepentingan investor serta pemerintah. Negara ini memproduksi berbagai macam hasil tambang, antara lain emas, tembaga, batubara, timah, perak, bauksit, dan nikel. Nikel, khususnya, dibutuhkan karena adanya kenaikan penggunaan teknologi baterai yang cukup tinggi. Untungnya, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia, dan karenanya, investasi pertambangan nikel di negara ini pun meningkat. Permintaan nikel, sebagai elemen penting dari produksi elektronik dan baterai, akan terus ditopang oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik di sektor otomotif.

Hingga saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu dari tiga eksportir batubara terbesar di dunia. Nilai batubara Indonesia di tahun 2020 diperkirakan mencapai 14,5 miliar USD, dan digunakan terutama untuk pembangkit listrik karena karakteristiknya yang rendah abu dan belerang, atau biasa disebut “green coal”. Industri batubara di Indonesia terus bertumbuh dengan cepat di tengah permintaan domestik yang terus meningkat. Karena posisi geografisnya, negara ini adalah eksportir terbesar batubara termal di dunia, memasok sekitar ⅓ batubara lintas laut. Kedudukan Indonesia telah naik dalam peringkat global karena efisiensi pemerintah, infrastruktur, dan lingkungan bisnis yang lebih baik. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia secara konsisten menunjukkan pertumbuhan investasi asing yang relatif cepat, terutama setelah krisis keuangan internasional di tahun 2008.

Saat ini terdapat pertumbuhan dua digit di sektor logistik Indonesia, sebagai hasil dari berlangsungnya perkembangan perekonomian negara yang didorong oleh permintaan domestik yang signifikan. Sistem logistik negara yang kurang memadai tidak memungkinkan Indonesia untuk berpartisipasi penuh dalam jaringan manufaktur global. Sektor ini perlu mulai mengambil pendekatan lain yang lebih koheren untuk mencapai efisiensi di seluruh rantai pasokan. Bahkan, pasar kargo dan logistik Indonesia diestimasikan mencapai angka 81,1 miliar USD, dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 135 miliar USD di tahun 2026. Angka-angka tersebut mencatat pertumbuhan lebih dari 7% selama periode perkiraan.

Sesuai dengan masterplan Global Maritime Fulcrum (GMF), presiden berharap dapat melihat kontribusi sebesar 25% di PDB dari sektor maritim, dibandingkan dengan angka saat ini yang hanya berada di 11%. Sebagai negara dengan persebaran penduduk yang tidak merata, perkembangan infrastruktur sangatlah penting untuk mengatasi perbedaan regional dan memperkuat kohesi nasional sehingga Indonesia dapat mewujudkan potensi ekonominya. Terletak di salah satu jalur perairan tersibuk di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk mengekspor kapal serta mengembangkan industri perbaikan dan perawatan kapal sendiri. Tantangan terbesar bagi industri ini adalah harga produk dalam negeri yang terlalu mahal dibandingkan dengan produk impor, sehingga membatasi pasokan peralatan dan suku cadang, yang membuat industri ini kurang kompetitif dibandingkan pemasok asing. Karena objektif negara ini adalah untuk menjadi negara maritim global, pemerintah mendorong para investor asing untuk ikut terlibat dalam sektor maritim dan logistik Indonesia.

Peningkatan infrastruktur fisik membuka banyak peluang bagi para investor untuk bergabung dalam pembangunan. Infrastruktur yang baik dan efisien dapat mempercepat pembangunan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut merupakan alasan kuat lainnya mengapa infrastruktur muncul sebagai sebuah peluang bisnis di negara ini. Indonesia memerlukan infrastruktur yang baik di semua kota dan wilayah besar. Perusahaan terkemuka dan berkualitas tinggi di bidang ini diundang untuk berpartisipasi dalam rencana modernisasi negara dengan sistem infrastruktur modern yang akan bermanfaat bagi rakyat serta mendukung kegiatan ekonomi.

Selama bertahun-tahun, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mengejar pembangunan di semua sektor yang ada. Walaupun perjalanannya masih panjang, kami kerap membuktikan bahwa segala sesuatu adalah mungkin jika kami terus terbuka terhadap perbaikan.

Pertanian Indonesia dianggap sebagai salah satu mesin penggerak terpenting bagi perekonomian bangsa, dan mempekerjakan lebih dari 50 juta orang. Kemampuan swasembada berbagai produk pertanian telah dijadikan sebagai prioritas utama oleh pemerintah, khususnya swasembada produksi beras karena beras merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk. Faktanya, konsumsi beras per kapita di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, yaitu sekitar 139 kg per kapita per tahun. Itulah mengapa pertanian dan perikanan modern adalah sektor-sektor ekonomi yang terpenting.

Karena ekonomi digital Indonesia terus berkembang, pemerintah mendorong majunya praktik pertanian dan perikanan modern dengan ilmu dan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan produk pertanian memadai di tingkat lokal dan bahkan mungkin menjadikan Indonesia eksportir pertanian, sekaligus untuk meningkatkan taraf hidup para petani. Negara ini memiliki jutaan hektar tanah yang subur dan 99.093 km garis pantai. Pertanian dan perikanan modern tentunya akan menjadi lini bisnis yang menjanjikan untuk investasi.

Indonesia belum mengembangkan dan memaksimalkan sektor pariwisata yang efisien, menguntungkan, dan dapat diandalkan. Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk membuat sistem jalan negara lebih modern dan efisien. Sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, Bali menjadi tempat pilihan bagi sebagian besar wisatawan dari berbagai daerah di nusantara. Sementara itu, banyak pulau lain di Indonesia yang masih sulit dijangkau dan kekurangan fasilitas wisata. Dengan menargetkan wisatawan dan penduduk lokal, adanya agen perjalanan, meja informasi, hotel, restoran, bioskop, dan pusat perbelanjaan akan meningkatkan akses ke pulau-pulau terpencil Indonesia, menjadikan pulau-pulau tersebut tujuan wisata yang menarik. Hal-hal tersebut dapat membantu menciptakan infrastruktur yang memadai bagi penduduk lokal dan wisatawan, serta perkembangan pariwisata di daerah-daerah yang lebih terpencil.

Salah satu peluang bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia saat ini adalah e-commerce. Sebagaimana diketahui, perusahaan startup e-commerce yang berkembang pesat semakin banyak jumlahnya.

Dengan semakin banyak pemasok dan pengembang teknologi yang berencana untuk melakukan ekspansi bisnis di Indonesia, pemerintah mendorong universitas lokal untuk menghasilkan orang-orang yang ahli di bidang ini. Karena itu, universitas-universitas lebih berfokus untuk mengajarkan keterampilan digital yang tepat.

Ekonomi digital Indonesia yang kuat tampaknya mentransformasi relasi bisnis di ranah ini sekaligus mendobrak hambatan dalam perdagangan. Contohnya, e-commerce, e-hailing, serta layanan belajar digital dan e-commerce kini menarik lebih banyak lagi konsumen. Pemerintah sadar peran teknologi sebagai katalis dan pendorong dalam membantu sebuah negara mencapai ambisi ekonominya serta mendorong kesepakatan investasi dalam bentuk kemitraan dan kolaborasi. Dapat dikatakan bahwa ekonomi digital memiliki masa depan yang cerah bagi perekonomian nasional.

Sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, Indonesia berusaha memiliki iklim investasi yang menjawab kepentingan investor serta pemerintah. Negara ini memproduksi berbagai macam hasil tambang, antara lain emas, tembaga, batubara, timah, perak, bauksit, dan nikel. Nikel, khususnya, dibutuhkan karena adanya kenaikan penggunaan teknologi baterai yang cukup tinggi. Untungnya, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia, dan karenanya, investasi pertambangan nikel di negara ini pun meningkat. Permintaan nikel, sebagai elemen penting dari produksi elektronik dan baterai, akan terus ditopang oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik di sektor otomotif.

Hingga saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu dari tiga eksportir batubara terbesar di dunia. Nilai batubara Indonesia di tahun 2020 diperkirakan mencapai 14,5 miliar USD, dan digunakan terutama untuk pembangkit listrik karena karakteristiknya yang rendah abu dan belerang, atau biasa disebut “green coal”. Industri batubara di Indonesia terus bertumbuh dengan cepat di tengah permintaan domestik yang terus meningkat. Karena posisi geografisnya, negara ini adalah eksportir terbesar batubara termal di dunia, memasok sekitar ⅓ batubara lintas laut. Kedudukan Indonesia telah naik dalam peringkat global karena efisiensi pemerintah, infrastruktur, dan lingkungan bisnis yang lebih baik. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia secara konsisten menunjukkan pertumbuhan investasi asing yang relatif cepat, terutama setelah krisis keuangan internasional di tahun 2008.